Biaya Operasi Hernia Tanpa BPJS (Turun Berok) 2024

Diposting pada
5/5 - (1 vote)

Biaya Operasi Hernia Tanpa BPJS – Kesehatan memang jadi salah satu aspek penting dalam perencanaan hidup. Hal tersebut dapat dikelola dengan mempersiapkan anggaran secara matang. Jika Anda bingung dengan nominal yang harus dikumpulkan, maka mencari tahu biaya operasi tanpa BPJS adalah upayanya.

Salah satu contoh penanganan medis dengan nominal harga maupun tarif cukup tinggi ada pada biaya operasi Hernia tanpa BPJS. Tingginya biaya tindakan medis tersebut bisa terjadi lantaran prosedurnya tergolong sebagai Operasi Besar.

Namun, minimnya informasi biaya operasi Hernia tanpa BPJS membuat banyak orang merasa penasaran terhadap nominalnya. Padahal taksiran biaya tersebut dapat digunakan sebagai referensi bagi masyarakat maupun penderita penyakitnya.

Supaya dapat diketahui oleh semua pihak, maka Kami telah membuat rincian biaya operasi Hernia tanpa BPJS. Nantinya segala informasi terkait kemungkinan komplikasi, jenis operasi, sampai durasi rawat inap pasien Hernia ada di dalam pembahasan berikut ini.

Sekilas Tentang Hernia

Sekilas Tentang Hernia

Hernia adalah sebuah penyakit atau permasalahan kesehatan dimana Jaringan Tubuh menonjol melalui celah atau bagian terlemah otot yang mengelilingi suatu organ. Orang Indonesia sendiri lebih familiar menyebut penyakit Hernia sebagai Turun Berok.

Baca Juga: Biaya Operasi Kista Ovarium di Rumah Sakit 2024

Pada sejumlah kasus Hernia, biasanya tonjolan ditemukan pada area panggul, perut, serta paha. Penyebabnya pun beragam, mulai dari usia lanjut, obesitas, kerap mengangkat benda berat, konstipasi kronis, batuk kronis, sampai efek dari tindakan operasi sebelumnya yang pernah dilakukan.

Dalam beberapa kasus, kebanyakan orang lebih memilih untuk melakukan pijat urut guna mengobati Hernia. Namun, sebenarnya penyakit Hernia tidak boleh diurut apabila dilihat dari kaca mata medis. Pasalnya kegiatan tersebut justru akan menimbulkan sejumlah permasalahan medis lainnya.

Mulai dari pecahnya usus, invaginasi, serta permasalahan lainnya di dalam tubuh. Itulah mengapa benjolan Hernia tidak boleh diurut dan harus ditangani dengan prosedur medis, yaitu operasi. Nantinya proses operasi Hernia akan dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah sesuai jadwal.

Namun, penanganan medis tersebut tentunya berbayar ketika dilakukan di sejumlah rumah sakit. Adapun biaya operasi Hernia ini bisa dilakukan dengan atau tanpa BPJS Kesehatan, KIS, serta berbagai jenis jaminan sosial lainnya.

Jenis Komplikasi Hernia

Jenis Komplikasi Hernia

Penderita Hernia atau turun berok juga dapat terkena sejumlah komplikasi. Adapun komplikasi tersebut terjadi lantaran tidak adanya penanganan hingga kesalahan penanganan. Supaya dapat diketahui oleh semua pihak, berikut adalah beberapa jenis komplikasi penyakit Hernia.

1. Hernia Strangulata

Jenis komplikasi Hernia pertama adalah Hernia Strangulata. Adapun komplikasi Hernia satu ini dapat dijumpai ketika kondisi usus terjepit, menyebabkan aliran darah ke bagian organ tersebut jadi terhambat. Selain itu Hernia Strangulata juga dapat menyebabkan kematian jaringan pada usus.

Itulah mengapa penderita maupun pasien Hernia Strangulata biasanya juga mengalami pendarahan atau sepsis yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

2. Hernia Inkarseta

Jenis komplikasi Hernia lainnya adalah Hernia Inkarseta. Adapun komplikasi Hernia tersebut dapat dijumpai ketika usus dalam kondisi terjebak di dinding perut maupun di dalam kantong Hernia. Alhasil, kinerja maupun pergerakan organ jadi terganggu.

Itulah mengapa penderita atau pasien komplikasi Hernia Inkarseta biasanya akan merasakan nyeri hebat, mual, muntah, hingga sulit buang angin maupun buang air besar.

Itulah tadi beberapa komplikasi yang mungkin terjadi ketika menderita penyakit Hernia. Mau tidak mau pasien harus menjalani penanganan medis dengan membayar biaya operasi Hernia tanpa BPJS sesuai ketentuan. Namun, bagaimana prosedur operasi Hernia tanpa BPJS tersebut?

Jenis Operasi Hernia Tanpa BPJS

Jenis Operasi Hernia Tanpa BPJS

Karena sebelumnya sudah dijelaskan bahwa penyakit Hernia dapat dilakukan dengan menjalani prosedur operasi tanpa BPJS, maka Anda perlu memahami tentang berbagai jenisnya. Operasi Hernia tadi biasanya akan ditangani oleh Dokter Spesialis di Poli Bedah.

Agar bisa mendapatkan gambaran tentang prosedur penanganan medisnya, berikut adalah beberapa jenis operasi Hernia tanpa BPJS.

1. Operasi Terbuka Hernia

Operasi terbuka merupakan prosedur penanganan medis terhadap penyakit Hernia dengan cara membuat sayatan atau bukaan di bagian selangkangan. Nantinya tonjolan Hernia tersebut akan diidentifikasi oleh dokter saat pembedahan berlangsung.

Setelah tercipta akses dari sayatan atau bukaan tersebut, Dokter Spesialis Bedah akan mendorong Hernia supaya bisa kembali ke abdomen. Kemudian dokter akan memperkuat dinding perut menggunakan jahitan atau jaringan sintetis.

2. Operasi Laparaskopi Hernia

Operasi Laparaskopi adalah sebuah prosedur penanganan medis terhadap penyakit Hernia dengan memasukkan alat kecil dan panjang bernama Laparaskop. Adapun Laparaskop tadi dimasukkan ke dalam perut melalui sayatan kecil di bagian pusar.

Awalnya pasien yang menjalani operasi Laparaskopi Hernia adalah dengan memberikan anestesi umum. Nantinya Laparaskop akan disambungkan ke kamera yang kecil agar dapat memproyeksikan tampilan dalam bagian perut ke layar monitor pemantau di ruang operasi.

Abdomen pasien operasi Hernia adalah diisi dengan gas yang tidak berbahaya (karbon dioksida) sehingga menciptakan ruang bagi dokter untuk melihat struktur internal perut. Kemudian, peritoneum (lapisan bagian dalam perut) diberikan sayatan sehingga tampak bagian dinding abdominal terlemah.

Setelah diketahui bagian dinding Abdominal terlemah, Dokter Spesialis Bedah akan meletakan jaringan sintetis diletakkan guna menutupi kerusakan dinding serta memperkuat jaringannya. Adapun setelah prosedur operasi selesai dilakukan, sayatan kecil tadi ditutup menggunakan jahitan atau surgical tape.

Itulah seluruh jenis operasi Hernia tanpa BPJS yang mungkin akan dijalani oleh pasien sesuai dengan anjuran dokter. Tentunya semua prosedur tadi memiliki ketentuan biaya operasi Hernia tanpa BPJS sesuai kebijakan dari masing-masing rumah sakit.

Durasi Rawat Inap Operasi Hernia Tanpa BPJS

Pasca menjalani operasi Hernia tanpa BPJS, tentunya pasien akan menjalani rawat inap lagi guna menjalani masa pemulihan. Pasalnya penanganan medis tadi tergolong sebagai operasi besar. Lantas, berapa lama durasi rawat inap pasca operasi Hernia tanpa BPJS?

Pasien masih harus rawat inap guna menjalani pemulihan pasca operasi Hernia tanpa BPJS kurang lebih selama 4 hingga 5 hari. Barulah setelah rawat inap dengan durasi tersebut, maka pasien akan diijinkan untuk pulang.

Total masa pemulihan sampai pasien benar-benar sembuh bisa mencapai 2 hingga 6 Minggu lamanya. Nantinya kontrol rutin maupun pemeriksaan tetap berjalan dengan membuat janji serta penyesuaian dengan jadwal dokter.

Rincian Biaya Operasi Hernia Tanpa BPJS

Rincian Biaya Operasi Hernia Tanpa BPJS

Setelah mengetahui beberapa hal penting terkait operasi Hernia, maka tibalah saatnya mencari tahu berapa biaya prosedurnya ketika dilakukan tanpa BPJS. Sebenarnya setiap rumah sakit memiliki kebijakannya tersendiri mengenai biaya tindakan medis terhadap Hernia tanpa BPJS.

Sebagai contoh, biaya operasi Hernia tanpa BPJS di Jakarta bisa mencapai angka Rp 18 Juta dan tentunya berbeda dengan daerah di Provinsi lainnya, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan masih banyak lagi lainnya.

Baca Juga: Biaya Operasi Prostat BPJS dan Umum Terbaru 2024

Namun, secara umum biaya operasi Hernia tanpa BPJS atau Turun Berok ada di kisaran Rp 8 Juta hingga Rp 25 Juta tergantung banyak faktor. Apabila rumah sakit mau menerima pasien BPJS Kesehatan, mungkin nominal biaya operasinya bisa jauh di bawah kisaran tersebut bahkan gratis tanpa biaya.

Namun, karena kisaran tadi diperoleh berdasarkan cerita serta pengalaman pasien yang pernah menjalani operasi Hernia tanpa BPJS, maka tetap ada kemungkinan terjadi perbedaan nominal.

Itulah mengapa sebelum menjalani penanganan medis, para penderita Hernia atau turun berok dianjurkan melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah di Rumah Sakit pilihan.

Kesimpulan

Setelah membaca seluruh informasi penting di atas, kini Anda sudah mengetahui bahwa biaya operasi Hernia tanpa BPJS ada di kisaran Rp 8 Juta hingga Rp 25 Juta. Bahkan nominal biaya tadi masih bisa berkurang apabila pihak rumah sakit menerima akomodasi menggunakan BPJS.

Sekian pembahasan www.biayasehat.com mengenai biaya penanganan medis terhadap penyakit Hernia ketika dilakukan tanpa menggunakan BPJS. Apabila Anda ingin mengetahui informasi biaya terhadap penanganan medis penyakit lainnya, cek update terbaru dari Kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *