25 Pertanyaan Tentang Asuransi Paling Sering Diajukan

Diposting pada
5/5 - (7 votes)

Pertanyaan Tentang Asuransi – Meskipun sudah banyak informasi tentang pentingnya memiliki Asuransi, ternyata tidak sedikit orang yang masih cukup awam dengan Asuransi. Ada beberapa pertanyaan tentang Asuransi yang sering diajukan.

Mungkin beberapa pertanyaan ini juga sering muncul di benak kamu saat mendengar kata “Asuransi’. Oleh karena itu, melalui berikut kami telah menyiapkan daftar pertanyaan tentang Asuransi yang paling sering diajukan beserta jawabannya.

Ketika sudah memiliki pemahaman cukup jauh tentang Asuransi atau setidaknya mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat ditanyakan, tentu kamu juga akan tahu sedikit banyak tentang manfaat memiliki Asuransi.

Pertanyaan tentang Asuransi tidak melulu mengenai Polis, Premi dan risiko yang bisa ditanggung, tapi ada banyak juga istilah-istilah yang masih cukup asing bagi sebagian orang. Baiklah, daripada penasaran langsung saja simak FAQ (Frequently Asked Question) di bawah ini tentang Asuransi lengkap dengan jawabannya.

Pertanyaan Tentang Asuransi

Pertanyaan Tentang Asuransi

Jika bicara tentang Asuransi, mungkin ada banyak sekali pertanyaan tentang Asuransi yang ingin kamu tanyakan. Baik Asuransi Konvensional maupun Syariah, keduanya memiliki banyak istilah yang belum diketahui orang awam.

Selain pertanyaan-pertanyaan mendasar, seperti tentang Premi, manfaat dan sejenisnya, beberapa orang juga kerap mengajukan pertanyaan sulit tentang Asuransi. Pertanyaan itu biasanya berkaitan tentang istilah, permasalahan klaim hingga tentang kebijakan dari suatu jasa Asuransi.

Kemudian beberapa dari kamu juga mungkin memiliki pertanyaan khusus tentang Asuransi Jiwa, Asuransi Pendidikan maupun lainnya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan tentang Asuransi yang paling sering diajukan, mungkin salah satunya bisa menjawab rasa penasaran kamu tentang Asuransi:

Baca Juga: Apa Itu Asuransi, Contoh, Fungsi, Tujuan dan Pengertian Lengkap

1. Ada berapa jenis Asuransi di Dunia?

Untuk saat ini tersedia beberapa jenis Asuransi, antara lain:

  • Asuransi Jiwa
  • Asuransi Kesehatan
  • Asuransi Pendidikan
  • Asuransi Investasi
  • Asuransi Kendaraan
  • Asuransi Kecelakaan
  • Asuransi Korporasi
  • Asuransi Hari Tua
  • Asuransi Perjalanan
  • Asuransi Kebakaran

2. Asuransi Kendaraan adalah?

Asuransi Kendaraan merupakan perlindungan terhadap segala risiko kerusakan kendaraan. Asuransi ini biasanya di pilih oleh mereka yang memiliki kendaraan mewah.

3. Asuransi Kecelakaan adalah?

Sedangkan Asuransi Kecelakaan bisa diartikan sebagai jaminan diri ketika suatu saat mengalami kecelakaan sampai membutuhkan biaya pengobatan mahal bahkan meninggal Dunia. Jika terdaftar sebagai pengguna Asuransi Kecelakaan, maka seluruh biaya pengobatan hingga santunan kematian akan ditanggung oleh Asuransi.

4. Asuransi Kebakaran adalah?

Pertanyaan tentang Asuransi selanjutnya adalah pengertian mengenai Asuransi Kebakaran. Jadi, jenis Asuransi berikut menawarkan manfaat perlindungan harta benda maupun properti yang mengalami kerusakan akibat Kebakaran.

5. Asuransi Perjalanan adalah?

Asuransi Perjalanan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu Perjalanan Domestik dan Perjalanan Luar Negeri. Asuransi ini merupakan jasa perlindungan dalam perjalanan antar Kota maupun antar Negara. Apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti keterlambatan Pesawat, kehilangan barang selama di perjalanan hingga mengalami kecelakaan Pesawat, maka seluruh risiko bakal ditanggung oleh pihak Asuransi.

6. Bancassurance adalah?

Bancassurance merupakan perjanjian kerjasama antara Perusahaan Asuransi dengan Bank. Dengan begitu, nasabah Bank bisa membeli produk Asuransi secara lebih mudah.

7. Apa itu biaya pertanggungan?

Merupakan dana yang diberikan pada tertanggung (pemegang Polis Asuransi) sebagai biaya pengobatan, biaya pendidikan, santunan kematian maupun kebutuhan lain sesuai ketentuan yang tercantum di Polis.

8. Apa yang dimaksud dengan premi Asuransi?

Sejumlah uang yang harus dibayar oleh nasabah Asuransi setiap bulan nya.

9. Berapa premi Asuransi setiap bulan?

Besaran atau nominal Premi Asuransi setiap bulan nya berbeda-beda, tergantung jenis hingga paket Asuransi yang di beli. Setiap jenis dan paket Asuransi juga menawarkan manfaat yang berbeda-beda.

10. Apakah premi Asuransi bisa dikembalikan?

Tergantung, beberapa Asuransi menawarkan manfaat berupa pengembalian sebagian Premi yang sudah dibayarkan ketika nasabah memilih menonaktifkan status kepesertaannya. Tapi banyak juga yang tidak menyediakan fitur, artinya semua uang Premi yang telah masuk tidak dapat dikembalikan.

Meski begitu, manfaat biaya pertanggungan yang ditawarkan oleh pihak Asuransi biasanya jauh lebih besar dari total uang Premi yang sudah masuk. Maka dari itu, ketika uang Premi tidak dapat dikembalikan, tentu hal tersebut tidak menjadi suatu kerugian.

11. Kapan tanggal jatuh tempo pembayaran Premi Asuransi?

Setiap Perusahaan Asuransi tentu saja mewajibkan para peserta agar membayarkan Premi tepat waktu. Nah, pertanyaan tentang Asuransi seringkali berkaitan dengan kapan batas waktu pembayaran Premi Asuransi.

Jadi, setiap jasa Asuransi memiliki ketentuan masing-masing tentang tanggal jatuh tempo. Kamu bisa mengajukan pertanyaan ini ketika hendak menandatangani perjanjian Polis dengan suatu Perusahaan Asuransi.

12. Apakah Asuransi bisa menjadi Investasi?

Pertanyaan tentang Asuransi bisa menjadi Investasi atau tidak juga sangat sering diajukan oleh calon nasabah. Baiklah, disini kami beritahukan bahwa Asuransi hanya fokus pada produk pertanggungan, seperti harta benda, properti, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Dengan begitu, tentang pertanyaan Asuransi bisa jadi Investasi, jawabannya adalah TIDAK.

13. Apa itu Utmost Good Faith?

Ada banyak sekali istilah tentang Asuransi, salah satunya adalah Utmost Good Faith. Pertanyaan tentang Asuransi juga sering berkaitan dengan istilah tersebut, banyak orang masih dengan apa itu Utmost Good Faith.

Jadi, Utmost Good Faith merupakan salah satu prinsip Asuransi yang berarti Itikad baik. Melalui prinsip ini, antara kedua belah pihak (pemegang Polis dan Asuransi) harus saling memiliki Itikad baik guna menghindari terjadinya kerugian dari kedua belah pihak.

14. Apa manfaat Asuransi dari segi Finansial?

Pertanyaan di atas menjadi salah pertanyaan sulit tentang Asuransi. Secara umum, Asuransi memiliki manfaat untuk mengembalikan posisi Finansial pemegang polis apabila terjadi risiko yang berdampak pada kondisi finansialnya. Dengan begitu, kondisi finansial pemilik Polis (nasabah) akan tetap stabil ketika terjadi risiko sesuai ketentuan di Polis benar-benar terjadi.

15. Bisakah klaim Asuransi secara Online?

Pertanyaan tentang Asuransi selanjutnya berkaitan dengan proses pengajuan klaim, beberapa orang bertanya apakah bisa klaim Asuransi secara Online, atau tetap harus datang ke Kantor untuk menemui Agen Asuransi?

Seiring berjalannya waktu ditambah perkembangan Teknologi begitu pesat, sekarang proses pengajuan klaim Asuransi bisa dilakukan melalui Website hingga aplikasi. Prosedur tentang pengajuan klaim Online biasanya akan dijelaskan ketika registrasi atau pembelian Polis.

16. Kenapa klaim Asuransi tidak mendapatkan persetujuan?

Pada saat mengajukan klaim Asuransi, beberapa orang mengalami penolakan. Kendati demikian, muncul lah pertanyaan tentang kenapa pengajuan klaim ditolak atau tidak disetujui, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Perlu kami beritahukan bahwa setiap Jasa Asuransi memiliki ketentuan masing-masing tentang prosedur pengajuan klaim. Apabila dalam proses pengajuan, pemegang Polis tidak bisa memenuhi semua syarat dan ketentuan, maka secara otomatis pengajuan klaim tidak mendapatkan persetujuan dari pihak Penanggung.

17. Berapa lama proses klaim Asuransi cair?

Proses pencairan dana pertanggungan biasanya berlangsung selama 14 sampai 60 hari kerja.

18. Bagaimana jika dokumen Polis Asuransi hilang?

Segera konfirmasi dengan pihak Penasihat Keuangan atau menghubungi Call Center Jasa Asuransi untuk mengurus pembuatan dokumen baru dengan melengkapi beberapa syarat dan ketentuan.

19. Apakah bisa mengganti informasi di Polis Asuransi?

Bisa. Proses perubahan data atau informasi pada Polis Asuransi bisa dilakukan dengan cara mendatangi Kantor Pemasaran terdekat. Tapi perlu kami beritahukan tentang perubahan data Polis mungkin bakal mempengaruhi manfaat hingga biaya premi.

20. Bagaimana jika pemegang Polis meninggal Dunia?

Pertanyaan di atas juga pastinya muncul di benak pemegang Polis maupun ahli waris. Ya, ketika pemegang Polis meninggal Dunia, maka pihak Asuransi bakal mengurus pencairan uang pertanggungan bersama ahli waris yang tercantum di dalam Polis.

Baca Juga: 17 Asuransi Kesehatan Terbaik di Indonesia 2024

Pertanyaan Tentang Asuransi Syariah

Pertanyaan Tentang Asuransi Syariah

Di atas merupakan beberapa pertanyaan paling sering diajukan tentang Asuransi Umum atau Asuransi Konvensional. Sementara itu, beberapa orang juga memiliki pertanyaan tentang Asuransi Syariah, terutama mengenai hal-hal sebagai berikut:

1. Apa saja unsur Asuransi Syariah?

Asuransi Syariah menggunakan unsur-unsur berikut ini:

  • At-Takaful (Tolong Menolong)
  • Aqad (Akad)
  • Tabbaru’ (Hibah/Dana Kebijakan)

2. Kenapa perlu membeli produk Asuransi Syariah?

Selain karena menerapkan unsur-unsur di atas, Asuransi Syariah juga menawarkan beragam produk Asuransi dengan manfaat maksimal. Mereka tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi, tapi justru berusaha penuh memberikan pertolongan bagi nasabah yang sedang terkena musibah.

Dalam mengelola produk Asuransi, mereka juga berpedoman pada Syariat Islam, sehingga dijamin tidak ada unsur Riba didalamnya.

3. Apakah Asuransi Syariah bisa digunakan oleh Non Muslim?

Pertanyaan seperti ini juga sangat sering diajukan tentang penggunaan Asuransi Syariah. Dalam hal ini, peserta dari semua pemeluk Agama boleh mendaftar sebagai nasabah Asuransi Syariah. Hal ini dikarenakan Asuransi Syariah bertujuan menolong berdasarkan kebahagiaan Dunia-Akhirat, tanpa memandang status Agama.

4. Apa peran Underwriting pada Asuransi Syariah?

  • Mempertimbangkan risiko
  • Memutuskan persetujuan risiko yang diajukan
  • Menentukan syarat dan ketentuan
  • Menerapakan biaya upah (Ijarah) pada Dana Kontribusi nasabah
  • Menjaga keamanan Profit Margin
  • Mencegah Perusahaan Asuransi Syariah dari kerugian
  • Menjaga kestabilan Dana yang terhimpun
  • Menghindari anti seleksi
  • Mempertahankan Pasar Kompetitif

5. Bagaimana mekanisme Asuransi Syariah dalam mengelola Premi?

  • Penyerahan Premi Asuransi Syariah oleh peserta
  • Perusahaan Asuransi Syariah memasukkan ke dalam kumpulan dana peserta
  • Perusahaan akan menginvestasikan dana terkumpul pada investor menggunakan prinsip Syariah (Mudhorobah / Musyarokah)
  • Investor akan melakukan investasi serta menyerahkan sebagian keuntungannya pada Perusahaan Asuransi Syariah berdasarkan kesepakatan berlaku
  • Keuntungan yang diperoleh dari Investor akan dimasukkan ke dalam kumpulan dana peserta
  • Perusahaan Asuransi Syariah menyerahkan dana ke peserta setelah masa kontrak habis atau ketika peserta mengajukan klaim setelah mengalami musibah.

Kesimpulan

Demikianlah daftar pertanyaan tentang Asuransi paling sering diajukan. Pada ulasan di atas kami telah membagikan pertanyaan tentang Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah. Semoga semua bisa membantu kamu yang masih kurang paham dan memiliki banyak pertanyaan mengenai Asuransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *